panduan sebelum memulai investasi

Panduan Sebelum Memulai Investasi, Perhatikan Hal Ini!

Tahukah Anda pentingnya membaca panduan sebelum memulai investasi? Investasi sendiri tergolong aktivitas yang mampu menghadirkan keuntungan namun mempunyai risiko tertentu. Tingkat risikonya bergantung pada instrumen yang dipilih.

Supaya Anda tidak mengalami kerugian karena terjebak risiko, pastikan untuk mengikuti panduan di dalam artikel ini. Akan kami sampaikan sejumlah hal di mana wajib diperhatikan sebelum terjun ke dunia investasi.

Hal ini juga akan membantu Anda menentukan arah dalam berinvestasi. Karena pemula sudah tentu merasa bingung ketika ingin memulai. Jadi, jangan kemana-mana dan simak artikel ini sampai paragraf terakhir.

Panduan Sebelum Memulai Investasi untuk Pemula

Bagi seorang pemula, pasti cukup sulit untuk memulai investasi. Sebenarnya bukan hal sulit untuk memulai aktivitas ini. Hanya perlu memperhatikan beberapa hal penting.

Supaya tidak merasa tersesat dalam memulai investasi, kami akan berikan panduannya. Silahkan mulai melakukannya dari urutan paling atas. Mari simak panduannya di bawah ini.

  1. Memutuskan Tujuan

Panduan sebelum memulai investasi paling awal ialah memutuskan tujuan. Apa saja instrumen yang ingin dipilih, langkah pertama ialah memutuskan tujuannya terlebih dahulu. Tujuan akan menentukan arah dalam berinvestasi.

Tujuan ini bisa diperoleh dari pertanyaan apa yang diinginkan dalam berinvestasi? Berapa waktu yang akan diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut? Setelah menjawabnya Anda dapat memperkirakan pencapaiannya sesuai keperluan dan kemampuan.

Tujuan ini sifatnya bebas. Tidak perlu mengikuti tujuan masyarakat awam. Misalnya kebanyakan orang berinvestasi untuk membeli barang impian rumah, mobil dan lainnya. Jika Anda hanya ingin berinvestasi sebagai dana darurat juga tidak masalah.

Mengapa perlu tujuan dalam berinvestasi? Tujuan ini akan membakar semangat Anda untuk konsisten. Sehingga nantinya mampu meraih apa yang diinginkan melalui investasi.

Panduan sebelum memulai investasi ini dapat Anda terapkan dengan memutuskan tujuan sesuai dengan target waktu. Misalnya tujuan keuangan jangka pendek di mana dapat diwujudkan sebelum 3 tahun.

Tujuan jangka pendek dapat berupa dana mudik atau liburan akhir tahun. Kemudian ada tujuan jangka menengah di mana dapat dicapai dalam rentang waktu 3 sampai 5 tahun.

Misalnya saja dana menikah 3 tahun lagi, dana kuliah dan lain sebagainya. Sementara tujuan keuangan jangka panjang dapat diraih di atas waktu 5 tahun. Contohnya dana pensiun.

Tentukan juga target dana yang ingin dicapai. Contohnya dana menikah 3 tahun lagi sebanyak Rp 100 juta. Boleh juga dana liburan akhir tahun sebanyak Rp 10 juta. Sesuaikan saja dengan keinginan dan kemampuan.

  1. Mengelola Pendapatan dan Pengeluaran

Panduan sebelum memulai investasi berikutnya ialah mengelola pendapatan dan pengeluaran. Anda wajib mengelola keuangan supaya bisa mulai berinvestasi. Setiap orang yang terjun dalam aktivitas ini pasti mengelola keuangannya.

Ketika melakukan pengaturan keuangan, Anda akan mampu menentukan berapa modal yang tersedia untuk diinvestasikan. Terutama jika perlu berinvestasi setiap bulannya, maka perlu menyediakan dana secara teratur.

Meskipun perlu mengelola keuangan, bukan berarti harus punya pendapatan banyak agar bisa mulai berinvestasi. Jika memang hanya tersedia sedikit dana, Anda tetap bisa memulainya.

Banyak instrumen dapat diakses dengan modal kecil. Misalnya saja investasi emas. Tidak harus menyediakan dana sampai jutaan rupiah untuk memulai aktivitas menguntungkan ini.

  1. Dana merupakan Kategori Uang Dingin

Panduan sebelum memulai investasi selanjutnya ialah memakai dana dari uang dingin. Uang dingin maksudnya bukan uang yang dipakai untuk keperluan sehari-hari. uang dingin juga biasa disebut dengan idle money.

Yakni uang yang tidak dipakai untuk keperluan apapun. Ketika menggunakan uang dingin, Anda tidak perlu khawatir uang keperluan sehari-hari akan berkurang. Jadi, dapat menjalani kehidupan seperti biasanya.

Uang dingin juga akan membuat Anda lebih siap menghadapi risiko investasi. Karena jika memakai uang sehari-hari untuk berinvestasi lantas menghadapi risiko, Anda akan kesulitan membiayai kebutuhan sehari-hari .

  1. Mempunyai Utang Paling Banyak 30%

Terkadang dalam membiayai keperluan perlu meminjam uang. Bisa karena gaji tidak mencukupi atau keperluannya menggunakan uang besar secara mendadak. Memang tidak heran jika manusia mempunyai hutang.

Hutang tidak akan menjadi penghalang untuk mulai berinvestasi jika jumlahnya tidak lebih dari 30%. Jadi, panduan sebelum memulai investasi ini akan mencegah kekacauan dalam proses investasi.

Karena hutang yang terlalu banyak pasti akan mempengaruhi investasi. Penghitungannya bukan seberapa banyak jumlah hutangnya. Melainkan berapa presentasenya jika dibandingkan dengan pendapatan. Harus tidak lebih dari 30%.

Jika memang hutangnya untuk keperluan penting dan lebih dari 30%, lebih baik fokus dahulu untuk membayar hutang. Jika sudah lunas dan presentasenya di bawah 30% Anda dapat mulai berinvestasi.

Kemudian, jangan menciptakan budaya berhutang untuk keperluan kurang penting seperti foya-foya. Hutang memang akan membantu memenuhi keperluan Anda untuk sementara. Akan tetapi, Anda tetap harus membayarnya di kemudian hari dengan tambahan bunga.

  1. Mempelajari Instrumen yang diputuskan

Panduan sebelum memulai investasi berikutnya ialah mempelajari instrumen yang dipilih. Ada banyak sekali pilihan instrumen untuk dicoba. Misalnya saja reksa dana, saham, P2P lending, deposito, obligasi dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana cara memilih instrumen? Pelajari dahulu keuntungan dan risiko dari masing-masing instrumen. Sehingga Anda akan menemukan instrumen yang cocok, sesuai dengan keperluan dan kemampuan.

Ada kebiasaan buruk dalam masyarakat yang perlu Anda hindari. Yakni memilih instrumen populer tanpa mau mempelajarinya. Banyak orang tertarik untuk mengambil instrumen tertentu hanya karena sedang trend dan mendengar kabar keuntungan besar.

  1. Bersiap Menghadapi Risiko

Panduan sebelum memulai investasi yang tidak kalah penting ialah bersiap menghadapi risiko. Tidak ada instrumen yang bebas dari risiko. Hanya saja ada instrumen dengan tingkat risikonya rendah dan ada yang tinggi.

Namun hal itu sepadan dengan keuntungan yang ditawarkan. Misalnya saja saham mempunyai risiko tinggi dan keuntungan tinggi. Sementara deposito mempunyai risiko rendah dengan keuntungan rendah.

Jadi, di samping mengharapkan keuntungan, Anda wajib bersiap menghadapi risikonya. Pasar investasi memang senantiasa bergerak dinamis. Sehingga tidak ada jaminan keuntungan setiap waktu.

Akan tetapi, Anda tidak perlu cemas secara berlebihan. Memang, ada risiko Anda kehilangan uang atau nilainya berkurang. Namun jangan menghadapinya dengan perasaan khawatir atau cemas.

Anda perlu senantiasa tenang dalam menghadapi keadaan pasar yang berubah ubah. Pastikan untuk mengupayakan investasi semaksimal mungkin tanpa perlu berhutang. Terlalu cemas dapat mengganggu fokus dalam berinvestasi.

  1. Memutuskan Platform Legal

Panduan sebelum memulai investasi selanjutnya ialah memilih platform legal. Ada banyak aplikasi atau platform ilegal yang masih bertebaran di Indonesia. Anda wajib menghindari platform ilegal karena ada banyak kerugiannya.

Misalnya saja menjadi korban penipuan. Mungkin Anda pernah mendengar ada salah satu platform yang populer di tanah air namun ternyata menipu para investornya. Para investor mengalami kerugian terus menerus.

Oleh sebab itu, Anda wajib menggunakan platform atau aplikasi legal yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Sehingga Anda terlindung dari penipuan maupun bentuk kejahatan lainnya.

Biasanya platform legal ini menyediakan jaminan keamanan akun dan beragam fitur yang memudahkan para pemula. Tidak jarang ada yang menyediakan tutorial atau panduan dalam berinvestasi.

Investasi bukan hal yang hanya bisa dilakukan oleh orang dengan banyak harta atau kaya. Anak muda yang baru mulai bekerja juga bisa melakukannya. Hanya saja perlu mengikuti panduan sebelum memulai investasi.

Check Also

profil risiko investasi

6 Profil Risiko Investasi yang Perlu Anda Kenali

Mengetahui profil risiko investasi bagi diri sendiri adalah salah satu hal penting yang perlu dilakukan. …