pantangan dalam investasi

Pantangan dalam Investasi, Hindari Supaya Tidak Rugi!

Tahukah Anda, ada sejumlah pantangan dalam investasi yang wajib dihindari? Banyak sekali kesalahan dalam berinvestasi yang masih dilakukan oleh sebagian orang. Sehingga aktivitas investasi yang seharusnya menguntungkan berubah menjadi merugikan.

Meskipun mempunyai risiko, investasi cenderung meningkatkan kekayaan. Apabila menerapkan strategi tepat dengan didukung kondisi pasar yang sedang bagus, maka keuntungan bisa diperoleh.

Akan tetapi, jika terjebak sejumlah kesalahan ketika berinvestasi, tentu justru kerugian yang akan diperoleh. Meskipun pasar sedang dalam kondisi bagus, masih mungkin bagi seseorang untuk melakukan kesalahan.

Pantangan dalam Investasi yang Wajib Dihindari

Investasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekayaan. Ada beragam instrumen yang bisa dipilih dalam hal ini seperti properti, deposito, saham, obligasi, emas, reksa dana dan lain sebagainya.

Kebanyakan orang hanya fokus mempelajari strategi berinvestasi. Namun lupa mempelajari beragam pantangan dalam investasi, sehingga lebih rentan mengalami kerugian. Oleh sebab itu, Anda juga wajib mempelajari pantangannya berikut ini.

  1. Tidak Mempunyai Tujuan Jelas

Ketika membaca panduan berinvestasi, pasti Anda mendapatkan informasi bahwa perlu ada tujuan sebelum memulai aktivitas tersebut. Tujuannya memang bersifat bebas namun wajib realistis atau bisa diraih.

Misalnya saja tujuannya mengumpulkan uang Rp 50 juta untuk biaya pendidikan perguruan tinggi. Bisa pula mengumpulkan uang Rp 40 juta untuk biaya umroh. Boleh juga mengumpulkan yang Rp 500 juta untuk dana pensiun.

Semuanya adalah contoh tujuan yang jelas ketika berinvestasi. Namun, masih ada banyak investor pemula yang kurang tepat saat merumuskan tujuan. Misalnya saja hanya ikut-ikutan instrumen karena sedang tren sehingga tujuannya tidak jelas.

Anda wajib menghindari pantangan dalam investasi ini. Anda wajib ingat bahwa tujuan akan menjadi pemicu semangat ketika berinvestasi. Maka tujuannya harus jelas dan tidak boleh sekedar ikut-ikutan trend.

  1. Tidak Realistis Mengenai Risiko

Pernahkah Anda melihat iklan platform investasi yang menjanjikan keuntungan besar dengan risiko tidak realistis? Pernahkah Anda melihat banyak orang tergiur dengan iklan semacam itu?

Ini adalah salah satu pantangan dalam investasi yang wajib dihindari. Tidak ada investasi tanpa risiko di dunia ini. Maka, jika ada pihak yang menjanjikan keuntungan tanpa risiko, jelas itu penipuan.

Biasanya pihak semacam itu tidak terdaftar sehingga tidak diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan Indonesia. Sehingga tawaran yang diberikan tidak selaras antara pertumbuhan hasil investasi dengan risikonya.

Anda wajib mengenali bahwa semakin besar uangnya maka semakin besar pula risikonya. Tingkat keuntungan akan selaras dengan tingkat risikonya. Jadi, apabila ada pihak menjanjikan keuntungan luar biasa dengan risiko minim, jangan mudah percaya.

Apabila memang ingin mencoba platform baru, silahkan cari informasi sebanyak-banyaknya. Biasanya OJK juga mengupdate daftar platform resmi dalam situsnya. Jadi, pastikan platform yang dibidik sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

  1. Tidak Menjalankan Analisis

Pantangan dalam investasi selanjutnya ialah tidak menjalankan analisis ketika berinvestasi. Ketika ingin mulai berinvestasi, ada banyak instrumen dan platform yang dapat dicoba. Akan tetapi, satu jenis instrumen belum tentu cocok untuk setiap orang.

Misalnya saja Anda lebih cocok dengan reksa dana. Sementara rekan Anda lebih cocok dengan saham. Sebelum mencoba instrumen baru, pastikan untuk melakukan analisis terlebih dahulu. Jangan langsung ikut-ikutan jika orang lain melakukannya.

Lakukan perhitungan terlebih dahulu mengenai jumlah dana, kemungkinan keuntungan dan risikonya. Jadi, tidak akan mengalami kerugian besar jika menginvestasikan dana dalam jumlah besar.

  1. Terlampau Fokus pada Jangka Pendek

Setiap instrumen mempunyai karakteristik masing-masing, ada yang cocok untuk investasi jangka pendek. Ada pula yang lebih cocok untuk jangka panjang. Jadi, tidak bisa mengambil semua instrumen untuk jangka pendek.

Pantangan dalam investasi ialah terlalu fokus pada jangka pendek untuk memperoleh keuntungan. Sebelumnya, Anda perlu mempelajari tentang instrumennya, lebih cocok untuk jangka pendek atau jangka panjang.

Jika lebih cocok untuk jangka panjang, maka jangan memaksakan melakukannya dalam jangka pendek. Sebab keuntungannya tidak akan maksimal. Misalnya saja investasi emas lebih cocok untuk jangka waktu di atas 5 tahun.

Berinvestasi jangka panjang juga banyak dilakukan oleh para investor, karena menjanjikan keuntungan besar. Namun memang tidak banyak orang mau bersabar menunggu keuntungannya. Sehingga banyak orang terjebak dalam fokus jangka pendek.

  1. Enggan Menjalankan Diversifikasi

Pantangan dalam investasi selanjutnya ialah tidak menjalankan diversifikasi. Jadi, hanya fokus menempatkan seluruh uang pada satu instrumen. Hal ini sangat berisiko karena jika mengalami kerugian, maka seluruh uang akan hilang.

Anda perlu menjalankan diversifikasi beragam aset dan membagi risikonya ke beberapa instrumen. Sehingga apabila salah satu instrumen mengalami kebangkrutan, kekayaan di instrumen lain masih aman.

Apabila baru pertama kali terjun dalam dunia investasi, maka mulai dengan satu instrumen dahulu. Pelajari secara mendalam untuk memperoleh keuntungan optimal. Jika sudah cukup lihai, upayakan untuk mempelajari instrumen lainnya.

  1. Tidak Mengikuti Rencana

Banyak orang yang bersemangat ketika membangun rencana investasi. Namun dalam prakteknya justru malas menerapkan rencananya. Justru banyak tergoda dengan aktivitas yang dilakukan oleh orang lain dan mengikutinya tanpa dipikirkan matang-matang.

Tidak mengikuti rencana adalah salah satu pantangan dalam investasi yang wajib dihindari. Anda bisa saja mengalami kegagalan karena kurang fokus pada tujuan dan strategi yang telah dibuat.

Tidak perlu tergiur dengan keuntungan milik orang lain. Konsisten saja dengan rencana Anda sendiri. Perhatikan saja pertumbuhan keuntungan dari instrumen Anda sendiri dan nikmati seluruh keuntungannya nanti.

Memang, meraih kekayaan dalam berinvestasi bukan hal mudah. Akan tetapi, mempertahankan kekayaan juga tidak mudah. Jadi, jangan sampai melenceng dari rencana hanya karena tergiur keuntungan orang lain.

  1. Terburu-buru Ketika Mengambil Keputusan

Salah satu kesalahan umum yang paling banyak dilakukan oleh investor pemula ialah terburu-buru ketika mengambil keputusan. Biasanya ketika baru terjun pertama kali memang sangat bersemangat. Sehingga lalai melakukan pertimbangan matang.

Karena terburu-buru akhirnya justru mengambil keputusan salah. Sehingga bukannya memperoleh imbal hasil tinggi namun justru menderita kerugian. Jadi, pastikan untuk senantiasa berpikir matang sebelum mengambil keputusan.

  1. Menyesal Saat Harga Jatuh

Pantangan dalam investasi selanjutnya ialah terlalu menyesal tatkala harga jatuh. Misalnya saja Anda berinvestasi saham pada perusahaan besar. Lalu, pada suatu waktu harga sahamnya turun. Lantas, Anda merasa sangat menyesal.

Apabila sudah melakukan analisis pada saham perusahaan tersebut dan prospek keuntungan tinggi, tidak perlu menyesal jika harganya jatuh pada satu waktu. Biasanya harga saham perusahaan besar akan kembali pulih.

Jangan sampai berspekulasi berlebihan ketika mendapati fakta harga saham turun. Tenangkan pikiran dan perasaan ketika berinvestasi. Jangan sampai berprasangka perusahaan akan bangkrut atau gulung tikar tanpa melakukan analisis mendalam.

Setelah membaca seluruh pantangan di atas, apakah Anda pernah terjebak pada salah satu kesalahan? Lantas apakah mengalami kerugian karena kesalahan tersebut? Sekarang saatnya untuk menjauhi semua pantangan di atas.

Dalam berinvestasi perlu memilih instrumen yang cocok dan mempelajari profil risiko diri sendiri. Kemudian menjalankan rencana dan menjauhi semua pantangan dalam investasi.

Check Also

Mengatur gaji untuk berinvestasi

Tips Mengatur Gaji untuk Berinvestasi Agar Bisa Untung

Mengatur gaji untuk berinvestasi memang tidak mudah, apalagi jika seluruh kebutuhan sangat bergantung dengan pendapatan. …